Inilah Salinan Perma No 2 Tahun 2012 Yang Ramai Dibicarakan Publik

Berbagai pandangan terhadap terbitnya Perma No 2 Tahun 2012 masih terus terjadi, bahkan Ketua MA yang baru sempat menyatakan kebingunannya atas respos publik.  Bahkan Perma No 2 Tahun 2012 yang ramai dibicarakan publik, menurut tokoh hukum Adnan Buyung Nasution sebagaimana dilaporkan okezone,com   merupakan  respon yang terburu-buru dari MA atas bermunculannya kasus-kasus seperti nenek Minah, pencurian segenggam merica oleh seorang kakek, pencurian kartu perdana 10.000 oleh siswa SMP dan sebagainya.

Terlepas dari ragam pandangan itu, sisi yang menjadi pro kontra dari Perma No 2 Tahun 2012 itu setidaknya termuat dalam ketentuan Pasal 2  Perma No 2 Tahun 2012 yang menyebutkan;
  1. Dalam menerima pelimbahan perkara  Pencurian, penipuan,penadahan dari Penuntut Umum , Ketua Pengadilan wajib memperhatikan nilai barang  atau uang  yang menjadi objek perkara  dan memperhatikan pasal 1 di atas; 
  2. Apabila nilai barang atau uang tersebut bernilai tidak lebih dari Rp, 2,500,000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) Ketua Pengadilan segera menetapkan Hakim Tunggal  untuk memeriksa  mengadili  dan memutus perkara tersebut dengan Acara Pemeriksaan Cepat yang diatur dalam Pasal  205-201 KUHP;
  3. Apabila terhadap terdakwa sebelumnya  dikenakan penahanan , Ketua Pengadilan tidak menetapkan penahanan atau perpanjangan penahanan,
Bagaimana isi lengkap dari Perma No. 2 Tahun 2012 tersebut dapat anda KLIK DISINI.

Ditulis Oleh : Boy Yendra Tamin ~Dunia Hukum dan Sistem Hukum

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul Inilah Salinan Perma No 2 Tahun 2012 Yang Ramai Dibicarakan Publik yang ditulis oleh Dunia Hukum dan Sistem Hukum yang berisi tentang :Inilah Salinan Perma No 2 Tahun 2012 Yang Ramai Dibicarakan Publik Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 3/02/2012

1 komentar:

  1. Inilah yg terjadi di Negara kita,.,hokum tajam ke bawah dan tumpul ke atas,…
    Seharusnya hakim harus jeli untuk menangani kasus seperti ini…tidak melihat seperti kacamata kuda tetapi harus melihat pandangan secera luas..ini yg kurang oleh hakin indonesia ,.,
    Ketika kita lihat kasus2 para koruptor yg byak merugikan Negara hanya di hokum krang lbih 10 tahun saja,apakah ini adil,.,.????

    ReplyDelete